INFOKINI.ID, MAKASSAR– Ada pesan tajam yang bergema di Lapangan Upacara Makodam XIV/Hasanuddin, Rabu (9/9/2026). Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) Ke-43 tak sekadar diisi baris-berbaris dan rutinitas protokoler, tetapi menjadi panggung penegasan komitmen, bahwa olahraga adalah benteng ketahanan bangsa.
Memimpin upacara di hadapan Pejabat Utama (PJU) dan seluruh prajurit Kodam XIV/Hasanuddin, Kapoksahli Pangdam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Abdul Hanis, S.I.P., M.Si., CGRA., membacakan amanat langsung Menpora RI Erick Thohir.
Pesan intinya lugas dan menohok, bahwa paradigma lama wajib diubah. Olahraga bukan lagi dipandang sebagai pemborosan anggaran atau ajang hura-hura, melainkan investasi strategis pencetakan SDM unggul.
“Olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya. Melalui olahraga, kita membangun manusia Indonesia secara utuh, membentuk karakter disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki daya juang,” ujar Brigjen TNI Abdul Hanis menekankan isi amanat tersebut.
Mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”, amanat Menpora merombak tolok ukur suksesnya pembangunan olahraga di tanah air. Indikator keberhasilan kini tak lagi dihitung dari seberapa banyak event panggung seremonial yang digelar, melainkan dari data riil perubahan gaya hidup masyarakat.
Lima arah perubahan yang ditekankan dalam peringatan ini mencakup orientasi preventif, yaitu:
1. Fokus membangun kesehatan masyarakat sebelum sakit, bukan sekadar berobat.
2. Fasilitas publik nyata yang menuntut Pemda wajib menyediakan ruang gerak yang aman, murah, dan inklusif.
3. Habituasi harian, dengan menjadikan olahraga wajib hidup di perkantoran, markas, sekolah, hingga ruang keluarga.
4. Berbasis indikator bugar, yang menjadikan tolak ukur keberhasilan berdasarkan statistik warga yang aktif bergerak.
5. Keadilan akses dimana memberikan kesempakan dan akses berolahraga yang sama bagi seluruh lapisan, termasuk difabel dan lansia.
Menpora juga mengingatkan bahwa ekosistem olahraga nasional saling berkaitan. Atlet berprestasi yang mengharumkan nama bangsa di arena dunia tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari budaya masyarakat yang rajin bergerak.
Di akhir pembacaan amanat, Brigjen TNI Abdul Hanis mengajak seluruh jajaran prajurit dan masyarakat untuk menghentikan wacana dan langsung mengambil aksi sederhana.
“Tidak perlu menunggu, tidak perlu mahal, dan tidak perlu rumit. Mulailah bergerak dari sekarang, berjalan, berlari, bersepeda, atau aktivitas fisik lainnya. Indonesia yang bugar tidak dibangun satu kementerian, tapi oleh seluruh bangsa!” tegasnya mengakhiri sambutan Menpora.
















