INFOKINI.ID, JAKARTA– Eskalasi konflik Rusia dan Ukraina kembali memanas. Serangan drone Rusia menghantam sebuah pusat perbelanjaan di Kota Pavlograd, Ukraina, Kamis (10/9/2026) siang saat aktivitas warga tengah padat.
Dilansir AFP, Jumat (11/9/2026), insiden tragis tersebut merenggut sedikitnya empat korban jiwa dan menyebabkan lebih dari 60 orang lainnya mengalami luka-luka.
“Pihak Rusia menyerang sebuah pusat perbelanjaan di pusat kota Pavlograd. Peristiwa itu terjadi di siang hari saat jalanan sedang dipadati orang,” ungkap Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ivan Vyhivskyi.
Dari Kanada, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa sekaligus menegaskan mendesaknya tambahan sistem pertahanan udara seperti Patriots buatan AS untuk menangkal teror udara Rusia.
Di sisi lain, serangan balasan drone Ukraina ke Kota Novy Oskol di wilayah Belgorod, Rusia, dilaporkan turut menewaskan satu orang dan melukai enam warga lokal.
Tragedi Pavlograd terjadi di tengah gencarnya diplomasi internasional untuk menghentikan peperangan. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin sempat menggelar pembicaraan telepon selama satu jam untuk membahas potensi negosiasi. Tim negosiator AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, bahkan telah melawat ke Moskow dan Kyiv guna menghidupkan kembali proses perdamaian yang sempat mandek.
Meski demikian, jalan menuju gencatan senjata masih sangat terjal:
-
Tuntutan Kremlin: Moskow mendesak Ukraina menyerahkan seluruh wilayah Donetsk yang masih dikuasainya serta menghentikan total bantuan militer dari negara-negara Barat. Kremlin menilai terlalu dini untuk menentukan waktu dan lokasi negosiasi resmi.
-
Penolakan Tegas Kyiv: Zelensky menolak mentah-mentah syarat Rusia. Pihak Ukraina menilai tuntutan tersebut sama saja dengan penyerahan diri dan hanya memberi ruang bagi Moskow untuk merencanakan invasi susulan.
Di tengah situasi yang serba tidak pasti ini, Kanada mengonfirmasi akan segera mengirimkan paket bantuan pertahanan udara baru guna memperkuat tameng udara Ukraina dari gempuran rudal dan drone Rusia.(*)
















