Kekhawatiran Inflasi Global Meningkat: Emas Melemah, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Foto: ilustrasi

INFOKINI.ID, JAKARTA– Harga emas dunia kembali mengalami penurunan akibat tekanan dari penguatan Dolar AS dan lonjakan imbal hasil (yield) US Treasury. Selain itu, lonjakan harga minyak mentah global turut memicu kekhawatiran inflasi serta memperkuat ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Pada penutupan perdagangan Selasa (15/9/2026), harga emas spot tercatat turun 0,1 persen ke level 4.293,29 Dolar AS per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 7 Agustus lalu. Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember terkoreksi 0,4 persen hingga berada di posisi 4.332,80 Dolar AS per ons.

PDAM

Saat ini para pelaku pasar sedang mencermati pengumuman keputusan kebijakan moneter The Fed yang dijadwalkan pada Kamis pekan ini. Konsensus pasar memperkirakan bank sentral AS tersebut akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75–4,00 persen. Pernyataan resmi The Fed seusai rapat akan menjadi petunjuk utama pergerakan harga komoditas ke depan.

Analis pasar Pavilonis menilai sebagian besar kekhawatiran terkait kenaikan suku bunga sebenarnya sudah tercermin pada harga emas saat ini. Kendati demikian, harga emas masih berpotensi menghadapi tekanan lanjutan apabila The Fed memberikan sinyal untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Tekanan tambahan pada logam mulia ini datang dari penguatan indeks Dolar AS dan melonjaknya imbal hasil obligasi US Treasury tenor 10 tahun ke tingkat tertinggi sejak 2007. Kondisi tersebut mereduksi daya tarik emas yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

Di sisi lain, harga minyak mentah (crude oil) melonjak lebih dari 3 Dolar AS per barel akibat berhentinya aktivitas pemuatan minyak di Pelabuhan Yanbu, Arab Saudi, serta penghentian operasi di tiga ladang minyak Libya. Gangguan pasokan energi ini kian memperkuat spekulasi bahwa tekanan inflasi global akan terus berlanjut.

Berbeda dengan emas, pergerakan logam mulia lainnya justru mencatatkan kenaikan tipis. Harga perak spot menguat 0,3 persen menjadi 63,41 Dolar AS per ons, platinum naik 0,7 persen ke level 1.772,32 Dolar AS per ons, dan paladium terkerek 0,1 persen menjadi 1.294,14 Dolar AS per ons.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *