INFOKINI.ID, WASHINGTON– Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara tegas membantah isu yang menyebut dirinya menawarkan penjualan senjata militer AS kepada Presiden China, Xi Jinping.
Pernyataan ini dilontarkan Trump guna meluruskan kabar yang sebelumnya disampaikan oleh Duta Besar AS untuk China, David Perdue.
“Saya belum pernah mendengar soal itu,” ujar Trump sebagaimana dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (29/9/2026).
Trump mengklaim bahwa produk persenjataan AS memang memiliki kualitas yang jauh lebih unggul dibandingkan milik Beijing. Meski menilai pembelian senjata AS oleh China sebagai ide yang logis secara kualitas, ia menegaskan isu tersebut sama sekali tidak masuk dalam agenda pembahasan saat dirinya bertemu dengan Xi Jinping.
“Mereka mungkin ingin membelinya karena kami memang membuat peralatan yang lebih baik daripada mereka, jadi mungkin itu ide yang bagus. Tapi kami tidak membahasnya,” tegas Trump.
Klarifikasi dari Trump ini mencuat setelah Duta Besar AS untuk China, David Perdue, memberikan keterangan berbeda dalam wawancaranya di media terkemuka AS, Fox News, pada Minggu (27/9/2026).
Perdue mengklaim bahwa isu penjualan senjata sempat dilontarkan Trump untuk merespons kekhawatiran Beijing terkait dukungan militer AS kepada Taiwan, wilayah yang diklaim China sebagai bagian dari kedaulatannya.
Menurut Perdue, momen tersebut terjadi saat Presiden Xi berkunjung ke Negeri Paman Sam pada pekan sebelumnya.
“Presiden Trump terus mengatakan, ‘Hei, kami menjual senjata kepada pihak lain di seluruh dunia’. Dia bahkan sempat bertanya kepada Presiden Xi, tentang “apakah dia berniat membelinya?” ungkap Perdue dalam wawancara tersebut.
Ia menambahkan bahwa diskusi terkait Penjualan Militer Asing (Foreign Military Sales) kerap menjadi bagian dari ruang dialog tiap kali kedua pemimpin negara bertemu, meski posisi dasar kebijakan Washington diklaim tidak berubah.
Hingga kini, otoritas resmi China belum memberikan tanggapan publik terkait klaim Duta Besar Perdue. Namun, laporan The Guardian menyebutkan bahwa pihak Gedung Putih telah memberikan konfirmasi resmi kepada New York Times bahwa AS tidak pernah memiliki rencana untuk menjual persenjataan ke China.
Hal senada ditegaskan oleh Departemen Luar Negeri (Deplu) AS. Pihaknya mengingatkan bahwa terdapat batasan regulasi dan hukum ketat yang melarang aktivitas ekspor militer ke Beijing.
“Aturan hukum AS melarang penjualan senjata ke China dan tidak ada penawaran atau rencana untuk menjual senjata ke China,” bunyi pernyataan resmi Deplu AS.
Sebelumnya, usai menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Xi pekan lalu, Sabtu (26/9/2026), Trump juga tidak menyebutkan adanya komitmen jual-beli senjata. Ia hanya menekankan bahwa pihak Beijing memahami dengan baik posisi dan kebijakan Washington terkait isu Taiwan.(*)
















