INFOKINI.ID, MAKASSAR– Turnamen bulu tangkis amatir paling bergengsi di Sulawesi Selatan, TSM Open Tournament Badminton 2026, resmi dibuka di GOR Poltekkes Makassar pada Sabtu (24/10/2026). Ajang yang diinisiasi oleh PT Tri Star Mandiri (TSM) bersama PB TSM serta didukung penuh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) ini, tak hanya memikat perhatian lewat total hadiah ratusan juta rupiah, tetapi juga mencetak sejarah baru dalam dunia bulu tangkis tanah air.
Hadir pada pembukaan Ketua PSMTI Sulsel yang juga merupakan Komisaris PT TSM, Thiawudy Wikarso bersama jajaran pengurus PSMTI Sulsel, Pimpinan Cabang PT TSM Agus Rahman atlet PB TSM beserta karyawan PT TSM.
Turnamen yang berlangsung pada 24-28 Oktober 2026 ini berhasil memecahkan rekor antusiasme peserta. Panitia mencatat sebanyak 332 pasang atau sekitar 664 atlet terdaftar dan siap bertanding, melampaui target awal sebanyak 320 pasang.
Ketua Pelaksana TSM OpenTournament Badminton 2026, Syaiful Bachri, mengungkapkan tingginya animo masyarakat membuat panitia harus memberlakukan sistem verifikasi ketat serta daftar tunggu (waiting list) hingga 10-20 pasang di setiap kategori.
“Total peserta yang fix masuk mencapai 332 pasang. Kami terpaksa membatasi jumlah ini demi menjaga kualitas pertandingan, ketersediaan waktu selama lima hari pelaksanaan, serta menjaga stamina panitia dan wasit agar tidak kewalahan,” jelas Syamsul Bahri di sela-sela pembukaan kegiatan.

Syaiful merincikan peserta terbagi dalam lima kategori sengit, yakni Kategori D Non (128 pasang), C Under (67 pasang), Putra D (64 pasang), Campuran/Atomix (50 pasang), dan Ganda Binaan Remaja (23 pasang). Syamsul menegaskan bahwa TSM Tournament 2026 merupakan turnamen amatir dengan skala dan nilai hadiah terbesar yang disiapkan menjadi agenda tahunan berskala lebih masif di masa depan.
Di tempat yang sama, Ketua PBSI Kota Makassar, Herman Sayuti, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terobosan besar yang dihadirkan TSM Tournament 2026. Menurutnya, ajang ini menjadi pilot project dan pelopor turnamen lokal yang menjamin keselamatan seluruh atlet dengan proteksi asuransi penuh dari Asuransi Bumida.
“Ini menjadi poin penting dan sejarah baru. TSM Tournament adalah event perdana yang mengintegrasikan perlindungan asuransi bagi seluruh atlet yang berlaga di lapangan. Jika ada pemain yang mengalami cedera saat bertanding, seluruh perlindungannya ter-cover secara maksimal,” tegas Herman Sayuti.
Melihat keberhasilan dan efektivitas perlindungan tersebut, PBSI Kota Makassar berencana menjadikan model kolaborasi TSM Tournament 2026 sebagai percontohan dan acuan wajib bagi seluruh kejuaraan di bawah naungan PBSI.
“Ke depan kami akan memediasi kerja sama ini dengan pihak asuransi. Kami mengimbau agar pola perlindungan seperti ini bisa diterapkan di berbagai turnamen berikutnya demi kenyamanan, keselamatan, dan keamanan para atlet,” tambahnya.
Herman juga menyoroti geliat pembinaan di Makassar. Saat ini tercatat ada lebih dari 27 klub resmi yang memiliki Sistem Informasi (SI) PBSI dari total sekitar 440 klub yang terdata. Kehadiran turnamen rutin berskala besar dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan pembinaan atlet usia dini.

Sementara itu, Ketua Bidang Olahraga PSMTI Sulawesi Selatan, NG. Abdul Hafid Wijaya, menegaskan bahwa keterlibatan PSMTI dalam kejuaraan ini adalah bentuk komitmen nyata dalam memperkuat ekosistem olahraga daerah dan membendung fenomena mutasi atlet ke luar wilayah.
“Kami fokus pada cabang-cabang olahraga yang terbukti konsisten menorehkan prestasi. Fenomena atlet berbakat pindah ke daerah lain karena kurangnya perhatian harus kita hentikan. Mempertahankan prestasi itu jauh lebih sulit daripada merebutnya,” ujar Abdul Hafid secara tajam.
Ia menambahkan, selain bulu tangkis, PSMTI Sulsel kini tengah membidik dan menyusun program pembinaan untuk beberapa cabang olahraga potensial lainnya, seperti karate, angkat berat, bina raga, panahan, hingga panjat tebing.
“Lewat ajang kolaboratif seperti TSM Tournament ini, kami ingin memberikan wadah yang layak dan perhatian penuh agar para atlet dan mantan atlet bisa terus berkarya, menularkan ilmunya, serta membawa nama Sulawesi Selatan dan Indonesia makin disegani di kancah nasional maupun internasional,” pungkasnya.(*)
















