INFOKINI.ID, MAKASSAR– Sebanyak 60 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memadati Mal Phinisi Point, Makassar, dalam ajang Festival Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan 2026 atau Sulsel Fest yang berlangsung pada 22-25 Oktober 2026. Ajang ini menghadirkan 40 stan yang disediakan secara gratis, dengan skema berbagi tempat untuk beberapa pelaku usaha sebagai langkah nyata mendorong efisiensi dan akselerasi bisnis lokal.
Penyelenggaraan festival yang masuk dalam rangkaian Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan ini diprakarsai oleh PT MDP Persada Nusantara dengan dukungan penuh Kementerian Koperasi, Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, serta kolaborasi lintas sektor yang melibatkan BUMN, BUMD, dan mitra perbankan.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, menegaskan bahwa Sulsel Fest bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan platform konkret untuk memperluas jejaring pemasaran dan pembiayaan bagi UMKM.
“Festival ini harus memberikan hasil yang konkret, mulai dari peningkatan promosi dan penjualan produk, terbukanya peluang kemitraan, hingga berkembangnya koperasi yang dikelola secara profesional,” ujar Andi Winarno saat membuka kegiatan. Menurutnya, penguatan kelembagaan, perluasan akses pembiayaan, hingga literasi digital menjadi fondasi utama agar UMKM dan koperasi di Sulsel mampu bersaing di pasar nasional.
Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi, Fiter Beresman Silaen, mengungkapkan bahwa festival ini memiliki nilai strategis karena Makassar menjadi kota pertama di luar Pulau Jawa yang dipercaya menggelar ajang berskala nasional tersebut.
Guna memastikan dampak yang nyata, agenda Sulsel Fest tak hanya fokus pada pameran produk unggulan, tetapi juga menyajikan serangkaian program edukatif dan integratif, di antaranya talkshow “Generasi Muda Berkoperasi” sebagai ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengelola koperasi berbasis teknologi digital, inovasi, dan profesionalism, sosialisasi “10 Ribu Produk Halal” dan Inklusi Keuangan sebagai akselerasi legalitas usaha serta pemanfaatan produk keuangan komersial bagi UMKM dan Koperasi serta kegiatan promosi budaya dan ekonomi kreatif berupa gelaran seni budaya, peragaan busana anak bertema pemanfaatan limbah, peluncuran Putera Puteri Sulsel, peragaan busana oleh designer Firmansyah, hingga sesi kebugaran Pound Fit Pro CC.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan, Andi Eka Prasetia, menambahkan bahwa pihak pemerintah daerah turut memfasilitasi keterlibatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Makassar agar dapat mempromosikan dan menjual produk unggulan mereka secara langsung kepada konsumen.
“Kami memberikan fasilitasi tenant tidak hanya untuk promosi, tetapi juga membuka transaksi penjualan langsung bagi produk-produk unggulan daerah,” pungkas Andi Eka.
Melalui kolaborasi antara sektor ekonomi, kebudayaan, dan keterlibatan generasi muda, Sulsel Fest 2026 diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian Sulawesi Selatan yang lebih inklusif dan berdaya saing.(*)
















