INFOKINI.ID, RIYADH– Para orang tua murid di Riyadh, Arab Saudi, dikejutkan oleh pengumuman mendadak dari pihak sekolah terkait peralihan sistem pembelajaran menjadi jarak jauh selama satu minggu. Langkah ini diambil di tengah memanasnya eskalasi serangan antara Arab Saudi dan milisi Houthi asal Yaman.
“Kami baru saja diberi tahu oleh otoritas Saudi bahwa sekolah harus tetap tutup sepanjang minggu,” bunyi pesan singkat dari pihak sekolah kepada para orang tua murid, dilansir dari AFP, Senin (28/9/2026).
Meski belum ada alasan resmi yang dirilis otoritas setempat, penutupan mendadak ini bertepatan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Kelompok milisi Houthi yang didukung Iran dilaporkan makin intensif meluncurkan serangan ke wilayah Kerajaan Arab Saudi.
Keputusan yang terkesan tiba-tiba ini menuai reaksi dari sejumlah wali murid dan warga asing (ekspatriat) yang bermukim di Riyadh.
“Ketika sebuah keputusan berdampak pada seluruh komunitas sekolah selama satu minggu penuh, keluarga berhak mendapatkan komunikasi yang jelas dan transparansi mengenai alasan di baliknya,” ujar salah satu orang tua murid di Riyadh.
Kepanikan dan tanda tanya warga makin bertambah lantaran minimnya informasi resmi awal. “Ini keputusan mendadak. Kami sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi,” ungkap seorang ekspatriat asal Lebanon.
Namun, menjelang akhir hari Minggu, beberapa sekolah kembali mengabarkan bahwa kegiatan belajar mengajar tatap muka bakal diselenggarakan kembali pada Senin hari ini. Hingga kini, pejabat pemerintah Arab Saudi belum memberikan komentar resmi ke publik mengenai instruksi penutupan maupun pembukaan kembali sekolah tersebut.
Kebijakan darurat pendidikan ini mengemuka sehari setelah koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan berhasil mencegat rentetan serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik yang membidik wilayah kerajaan.
Eskalasi pertempuran antara pasukan koalisi dan Houthi memuncak sejak Juli lalu, sekaligus mematahkan kesepakatan gencatan senjata yang telah bertahan bertahun-tahun. Kondisi ini makin menyeret Yaman ke dalam pusaran konflik geopolitik Timur Tengah yang lebih luas.
Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB telah melayangkan kecaman keras atas meningkatnya serangan milisi Houthi ke Arab Saudi yang turut melukai warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.(*)
















