IAS Kantongi Diskresi Jelang Musda Golkar Sulsel, Pengamat: Bukan Jaminan Pasti akan Terpilih

Bakal calon Ketua DPD Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menerima surat diskresi dari Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia. (ist)

INFOKINI.ID, MAKASSAR – Dinamika politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian terbuka usai salah satu bakal calon Ketua DPD Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengantongi surat diskresi dari Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia.

Dukungan terhadap IAS pun mulai mengalir. Dukungan itu di antaranya datang dari organisasi sayap, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

PDAM

Ketua Depidar SOKSI Sulsel Andi Patarai Amir mengatakan dukungan diberikan berdasarkan rekam jejak IAS yang dinilai berpengalaman memimpin Partai Golkar di Sulsel.

“Hari ini saya bersama teman-teman pengurus DPD SOKSI Sulawesi Selatan menyerahkan dukungan penuh kepada Pak Ilham Arief Sirajuddin,” kata Andi Patarai dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Menurut Patarai, dukungan tersebut bukan semata-mata karena terbitnya surat diskresi dari DPP Golkar. Dia mengaku pernah berada dalam kepengurusan saat IAS menjabat Ketua DPD I Golkar Sulsel.

“Saya sudah lama bersama beliau. Pernah dipimpin saat beliau menjabat Ketua DPD I Golkar Sulsel, sementara saya saat itu Bendahara Golkar Maros,” ujarnya.

Selain SOKSI, AMPG Sulsel juga menyatakan sikap mendukung penuh IAS. Organisasi sayap partai itu menilai diskresi dari DPP menjadi dasar bagi IAS untuk mengikuti proses pencalonan.

“Pemberian diskresi kepada Ilham Arief Sirajuddin merupakan pesan tegas bagi seluruh kader Golkar Sulsel terkait restu dan arahan dari pimpinan pusat ada pada Pak IAS,” tegas Sekretaris AMPG Sulsel Zulham Arief.

Dia menegaskan AMPG tetap mengikuti arahan Ketua Umum DPP AMPG Said Aldi Al Idrus dan Ketua AMPG Sulsel Rahman Pina. Pihaknya juga optimistis IAS mampu memimpin Golkar Sulsel.

“Insyaallah, AMPG Sulsel solid untuk mendukung dan memenangkan Pak Ilham Arief Sirajuddin sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulsel,” tegasnya.

AMPG menilai IAS memiliki pengalaman panjang di Partai Golkar sekaligus mampu menyatukan berbagai faksi internal.

Selain itu, IAS juga dinilai menjadi figur yang tepat untuk membawa Golkar Sulsel meraih hasil maksimal pada Pemilu 2029 mendatang.

Diskresi Bukan Jaminan

Meski telah mendapatkan diskresi dari DPP, hal itu dinilai belum menjadi jaminan mutlak bagi IAS pasti akan memenangkan perebutan kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel.

IAS masih membutuhkan dukungan minimal 30% dari pemegang hak suara dalam Musda Golkar Sulsel, terutama suara dari DPD II.

Aturan itu merujuk dalam Peraturan Organisasi (PO) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) tentang Musda Golkar. Pemegang hak suara itu adalah 24 suara DPD II, 1 suara DPD I, 1 suara Dewan Pertimbangan DPD I, 1 suara DPP, 1 suara organisasi sayap dan 2 suara organisasi pendiri.

Pengamat politik Universitas Bosowa, Arief Wicaksono, menjelaskan bahwa pemberian diskresi bukan hal baru dalam tradisi Golkar. Dalam sejumlah Musda sebelumnya, lebih dari satu kandidat juga pernah memperoleh kebijakan serupa dari DPP.

Jadi, katanya, diskresi bukan jaminan yang bersangkutan pasti akan terpilih dalam pemilihan.

“Kita bisa ingat ketika Pak IAS bertarung dengan Pak Syahrul. Saat itu diskresi ada dua. Jadi pemberian diskresi ini bisa memiliki banyak makna. Jangan langsung diartikan bahwa yang mendapatkan diskresi pasti akan terpilih,” tegasnya.

Diketahui, dalam Musda Golkar Sulsel, terdapat dua tokoh yang digadang-gadang akan maju dalam pemilihan ketua. Selain IAS, ada juga Ketua Golkar Makassar yang juga Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *