Tegaskan Tak Ada Deportasi Massal di Gaza, Menlu Israel Resmikan Kedubes Baru di Slovenia

Menlu Israel Gideon Saar (Foto: AFP/DANIEL DUARTE)

INFOKINI.ID, LJUBLJANA– Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, menegaskan bahwa pemerintahannya tidak memiliki rencana untuk mengusir atau mendeportasi warga Palestina dari Jalur Gaza. Pernyataan tersebut disampaikan Sa’ar di sela-sela kunjungan resminya ke Slovenia, Kamis (10/9/2026).

Sa’ar menjelaskan bahwa opsi kepindahan warga Gaza hanya berlaku jika dilakukan secara sukarela dan terdapat negara tujuan yang bersedia menampung mereka.

PDAM

“Jika seseorang ingin meninggalkan Gaza atas kemauan sendiri, dan ada negara yang bersedia menerimanya—seperti yang terjadi di wilayah konflik mana pun di dunia—kami tidak akan menentangnya,” ujar Sa’ar seperti dikutip dari AFP.

Pernyataan ini meluruskan wacana yang sempat diembuskan sejumlah anggota kabinet Israel mengenai pemindahan sekitar dua juta penduduk Gaza pascakonflik. Pihak Israel mengklaim langkah tersebut bersifat sukarela, seraya menuding Hamas menghalangi warga yang ingin berpindah.

Kunjungan Menlu Sa’ar ke Ljubljana beragenda utama meresmikan pembukaan Kedudukan Besar (Kedubes) Israel yang baru. Langkah ini menandai babak baru hubungan bilateral kedua negara di bawah pemerintahan Perdana Menteri Slovenia, Janez Janša, yang berupaya memulihkan relasi diplomatik dengan Israel.

Dalam konferensi pers bersama, Sa’ar menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Slovenia di tengah dinamika geopolitik yang memanas.

“Sebuah kedutaan besar lebih dari sekadar bendera yang berkibar di sebuah gedung. Ini adalah investasi dalam sebuah hubungan dan komitmen terhadap masa depannya. Israel mengingat sahabat-sahabatnya. Sebagaimana Anda telah mendukung kami, kami pun akan mendukung Anda,” tegas Sa’ar.

Pembukaan Kedubes Israel di Ljubljana mencerminkan pergeseran arah kebijakan luar negeri Slovenia. Sebelumnya, di bawah pemerintahan berhaluan kiri-tengah, Slovenia dikenal sebagai salah satu negara anggota Uni Eropa yang paling vokal mengkritik operasi militer Israel di Gaza.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *