Perkuat Benteng UMKM, Kemnaker Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko di Sektor Microbanking

Foto: ist

INFOKINI.ID, INFOKINI.ID– Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor microbanking. Kehadiran SDM yang andal dinilai menjadi kunci utama dalam mengelola berbagai potensi risiko yang membayangi sektor keuangan mikro di Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam acara peluncuran Program Sertifikasi Manajemen Risiko Microbanking yang berlangsung di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

PDAM

Afriansyah menyoroti bahwa microbanking memegang peran strategis sebagai tulang punggung pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, dinamika industri ini dipenuhi dengan tantangan kompleks, mulai dari risiko kredit, risiko operasional, hingga ancaman tindak kecurangan (fraud).

Untuk menghadapi risiko tersebut, ia menilai peningkatan kapasitas SDM tidak boleh hanya berpatokan pada penguasaan teori semata, melainkan harus mencakup keterampilan praktis, sikap kerja, serta pengalaman yang relevan di lapangan.

Dalam hal ini, sertifikasi kompetensi memegang peranan vital. Kendati demikian, Afriansyah memperingatkan agar proses sertifikasi tidak terjebak menjadi formalitas di atas kertas semata.

“Sertifikasi kompetensi wajib memenuhi prinsip 4T yaitu terukur, teruji, tervalidasi, dan terpercaya. Tolak ukur keberhasilannya bukan terletak pada banyaknya lembar sertifikat yang diterbitkan, melainkan pada dampak nyatanya terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas pengelolaan industri,” tegas Afriansyah.

Guna memastikan pelaksanaan sertifikasi berjalan sesuai prinsip 4T, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalankan lima peran kunci, yaitu menjaga standar kompetensi agar tetap relevan dengan dinamika industri, menjamin mutu pelatihan yang berfokus pada kualitas pembelajaran, memberikan pengakuan kualifikasi yang sah dan diakui secara nasional, menyelaraskan program (link and match) dengan kebutuhan riil pasar kerja, mengawal dampak sertifikasi terhadap peningkatan efisiensi industri secara keseluruhan.

Melalui langkah strategis ini, Kemnaker optimistis program sertifikasi tidak hanya menjadi lembar pengakuan, melainkan mampu mencetak tenaga kerja microbanking yang berdaya saing tinggi dan mampu menjaga stabilitas ekosistem pembiayaan UMKM nasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *