PPKM Sudah Jilid III, Epidemiolog Unhas: Kasus Covid-19 Tetap Tinggi

Ketua Tim Epidemiolog Universitas Hasanuddin, Ansariadi. (Infokini/Aya)

INFOKINI.ID, MAKASSAR – Jumlah kasus Covid-19 di Kota Makassar berada di angka yang tidak menunjukkan perubahan. Masih tetap tinggi.

Padahal, jam malam atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyakarat (PPKM) kembali diperpanjang Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar atau sudah jilid ke-3. Hingga 9 Februari mendatang.

“Satu bulan terakhir sejak diberlakukannya jam malam dari jam 7 terus jam 10 kita tidak melihat adanya kenaikan eksponensial dibandingkan 2, 3 minggu sebelumnya. Namun demikian jumlah kasus ini tetap tinggi,” kata Ketua Tim Epidemiolog Universitas Hasanuddin Ansariadi, Selasa (2/2/2021).

Namun, kata Ansariadi, pemberlakukan jam malam mampu mencegah kasus meningkat. Setidaknya, sejak sebulan terakhir tidak menunjukkan peningkatan.

“Jadi kita antara 1800 sampai sekitar 1200 kasus baru per minggu. Sekali lagi stagnan, tidak meningkat, tetapi tidak menurun. Kalau mau disebut menurun belum. Walaupun ada sedikit sekali penurunannya. Tetapi minimal mencegah terjadi peningkatan yang eksponensial, itu jauh lebih bagus dibandingkan terjadi kenaikan kasus sebelumnya,” terangnya.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mengklaim pembatasan yang dilakukan berhasil menurunkan penyebaran virus Covid-19.

“Ini kan sudah mulai kelihatan ada pengendalian, sudah mulai kelihatan menurun, baik korban meninggal maupun yang terpapar,” ujarnya.

Menurutnya, jika setelah dikaji efektivitas pembatasan jam malam dapat memberikan perubahan, Ia akan mempertahankan.

“Maka di akhir nanti kita kaji kembali efektivitas, kalau ini secara nyata memberikan sumbangan perbaikan, nah kita coba pertahankan dulu,” pungkasnya.

Nurhidaya/B

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *