INFOKINI.ID, SURABAYA– PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat. Kali ini, Pelindo Marine memboyong para perajin Batik Kriya Punden dari kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya, untuk mengikuti pelatihan intensif di Hotwax Studio, Bantul, DI Yogyakarta, pada 11–13 September 2026.
Langkah strategis ini dirancang untuk mendongkrak kapasitas produksi, inovasi desain, hingga strategi pemasaran digital para perajin agar mampu bersaing di era Industri 5.0.
Dalam pelatihan tersebut, Pelindo Marine menggandeng seniman batik modern sekaligus Founder Hotwax Studio, Bayu Aria Widhi Kristanto. Para peserta digembleng mengenai pemanfaatan pewarna alami, teknik membatik modern, hingga pemanfaatan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar.
Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko Pelindo Marine, Lia Indi Agustiana, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan program TJSL “Batik Maritim Surabaya” yang sempat menyabet penghargaan di ajang Pelindo TJSL Award.
“Keberhasilan program ini membuktikan bahwa perajin Batik Kriya Punden memiliki potensi besar untuk berkembang. Karena itu, kami terus menghadirkan program lanjutan guna memperkuat kemandirian, meningkatkan daya saing, dan mendorong keberlanjutan usaha mereka,” tegas Lia.
Sementara itu, Founder Hotwax Studio, Bayu Aria Widhi Kristanto, menilai para perajin dari Dolly sudah memiliki fondasi yang kuat. Pelatihan di Jogja bertujuan untuk memadukan nilai budaya lokal dengan sentuhan teknologi modern.
Pengalaman berinteraksi langsung dengan ekosistem industri batik Yogyakarta memberikan amunisi dan inspirasi baru bagi para perajin. Mastukah, salah satu perajin Batik Kriya Punden, optimistis ilmu yang didapatnya mampu membawa produk lokal Dolly menembus pasar global.
“Saya jadi memiliki banyak referensi baru untuk pengembangan desain maupun pemasaran. Harapan saya, Batik Kriya Punden dapat semakin dikenal luas, bahkan mampu menembus pasar internasional,” ujar Mastukah.
Hal senada diungkapkan Mulyadi Gunawan (Pengky), Operator Layanan Operasional Rumah Kreatif Batik Putat Jaya. Ia berkomitmen membagikan wawasan dan teknik baru yang didapat dari Yogyakarta kepada seluruh anggota kelompok perajin di Surabaya.
Melalui program berkelanjutan ini, Pelindo Marine membuktikan bahwa kawasan yang dulunya dikenal sebagai lokalisasi kini bertransformasi menjadi pusat kreativitas ekonomi yang berdaya saing tinggi dan siap menembus pasar internasional.(*)
















