INFOKINI.ID, JAKARTA– Menjaga kesehatan fungsi otak merupakan investasi jangka panjang yang sangat krusial untuk mempertahankan kualitas hidup. Langkah pencegahan ini penting dilakukan guna meminimalkan risiko penurunan kognitif serta gangguan daya ingat seiring bertambahnya usia.
Neurolog dari Duke University, Dr. Andy Liu, menjelaskan bahwa umur kognitif seseorang tidak selalu sejajar dengan usia biologisnya. Rutinitas dan gaya hidup sehari-hari memegang peranan kunci dalam menentukan ketajaman serta kebugaran otak.
“Usia otak tidak selalu berkaitan dengan usia kronologis. Semua itu berkaitan dengan apa yang mereka lakukan sehari-hari,” terang Liu, dikutip dari laman resmi Duke University.
Guna menjaga otak tetap awet muda dan berfungsi optimal, berikut tiga kebiasaan penting yang disarankan oleh pakar:
1. Olahraga Teratur dan Pola Makan Bergizi
Kesehatan organ jantung berbanding lurus dengan kebugaran otak. Aktivitas fisik rutin seperti berolahraga selama 30 menit sehari sebanyak lima kali seminggu efektif menjaga kelancaran sirkulasi darah serta pasokan oksigen ke otak.
Langkah ini perlu diimbangi dengan asupan nutrisi kaya antioksidan, serat, dan asam lemak, serta membatasi konsumsi gula tambahan dan lemak jenuh.
“Apa yang baik untuk jantung juga baik untuk otak. Mengendalikan tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah sangat penting untuk kesehatan otak jangka panjang,” ujar Liu.
2. Aktif Interaksi dan Bersosialisasi
Interaksi sosial menuntut kinerja fungsi otak yang kompleks, mulai dari mendengarkan, merespons pembicaraan, hingga membaca isyarat nonverbal. Tanpa stimulasi sosial yang cukup, kapasitas kognitif dapat melemah layaknya otot yang jarang digerakkan.
Sering berkumpul atau sekadar mengobrol dengan keluarga, teman, maupun aktif dalam kegiatan komunitas terbukti ampuh melatih fungsi eksekutif otak agar tetap tangkas.
3. Konsisten Mempelajari Hal Baru
Menantang diri dengan mempelajari keahlian baru—seperti bahasa asing, instrumen musik, resep masakan, hingga mengasah otak lewat permainan teka-teki silang, sudoku, atau Wordle, menjadi sarana efektif untuk mengaktifkan sel-sel saraf otak.
Menemukan hobi baru yang menyenangkan akan mendorong seseorang untuk konsisten belajar, sehingga kesehatan fungsi kognitif dapat terpelihara secara maksimal.(*)














