INFOKINI.ID, JAKARTA–
Peluang emas bagi pencari kerja di sektor ramah lingkungan bersiap dibuka lebar. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah mematangkan kompetensi tenaga kerja nasional guna menyongsong gelombang penciptaan lapangan kerja hijau (green jobs) yang diproyeksikan bakal menembus angka 5,3 juta hingga 9 juta posisi baru dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun ke depan.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa transisi menuju ekonomi hijau bukan sekadar tren sesaat, melainkan peluang raksasa global yang harus segera dieksekusi melalui langkah nyata. Tantangan terbesar saat ini, menurutnya, adalah menerjemahkan peta jalan (roadmap) yang ada ke dalam program kerja yang aplikatif.
“Kalau kita lihat dalam kacamata global, green jobs ini tidak hanya menjadi concern Indonesia tapi semua negara dan semua di dunia. Kita sudah berdiskusi cukup panjang terkait dengan roadmap khusus terkait dengan green jobs ini,” ujar Yassierli saat menghadiri Indonesia’s Green Jobs Conference 2026 yang dihelat Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta.
Sebagai motor penggerak kesiapan tenaga kerja, Kemnaker berkomitmen menyediakan seluruh instrumen pendukung yang komprehensif. Mulai dari pusat pelatihan keterampilan siap kerja, perombakan kurikulum yang relevan, pencetakan instruktur tersertifikasi, penyediaan fasilitas mutakhir, hingga sistem pengakuan resmi (rekognisi) bagi para pekerja di sektor hijau.
“Dan peran kami di Kementerian Ketenagakerjaan adalah menyiapkan modalitas mulai dari tempat pelatihan dalam konteks itu adalah skill siap kerja terkait dengan green jobs ini sendiri. Kemudian penyiapan kurikulum, instruktur, fasilitas, sertifikasi sampai kepada rekognisi,” paparnya.
Yassierli juga menekankan bahwa mega-proyek transisi energi ini menuntut kolaborasi lintas sektor yang masif. Pemerintah memastikan bahwa pemanfaatan peluang kerja baru ini akan berjalan inklusif tanpa meninggalkan kelompok pekerja manapun, sejalan dengan prinsip no one left behind.
“Dan ini harus menjadi kesempatan yang kita ambil, kita siapkan dari awal. Karena semangatnya transisi energi pun semangatnya adalah no one left behind,” pungkasnya.(*)
















